Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta (STIPRAM) Sekolah Tinggi yang Menjadi Fondasi untuk Mengejar Mimpi-Mimpiku
Hai, perkenalkan namaku Fajar Vidyatama biasa dipanggil Fajar atau Jaree. Disini aku akan sedikit bercerita mengenai rumitnya perjalananku untuk masuk ke perguruan tinggi yang sampai akhirnya aku bisa masuk ke salah satu sekolah tinggi swasta ternama yaitu STIPRAM.
Juli 2017, bulan yang begitu aku takutkan. Mengapa? Ya, saat itu bulan Juli adalah saksi bisu dimana aku ditolak untuk masuk perguruan tinggi dalam jalur SNMPTN, sedih, kecewa, dan rasa marah pun bercampur dibenakku. Namun, aku tidak boleh terlalu berlarut-larut dalam kesedihan hanya karena tidak masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN.
Pada akhirnya orang tuaku menyarankan diriku untuk mencoba mengikuti tes SBMPTN, jalur ini hampir mirip dengan SNMPTN hanya saja tes ini berbeda dalam program yang digunakannya. Saat itu juga aku langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi dengan jalur ini. Sekali lagi nasib baik sedang tidak berpihak kepada diriku, aku gagal lagi pada tahapan kedua ini, stres dan rasa sedih pun menyelimuti diriku sampai-sampai aku putus asa untuk kembali mencoba tes ke perguruan tinggi lainnya melalui jalur mandiri. Karna pikirku hal itu hanyalah sebuah hal yang sia-sia untuk dilakukan, apalagi kalau tahu aku akan gagal lagi,
Setelah dari apa yang telah aku lalui, aku memilih untuk rehat sejenak alias menganggur dalam kurun waktu 10 bulan yang aku habiskan hanya untuk tidak melakukan apa-apa, namun hal itu justru membuat diriku terbebani karena rasa malu kepada orang tua bahwa anaknya hanya menganggur dirumah tanpa bisa melakukan hal yang produktif atau berguna. Disaat itu juga aku langsung memutar otak untuk mencari hal-hal yang dapat mengisi waktu luangku.
Alhamdulillah di bulan Februari awal aku menemukan pekerjaan sampingan di suatu restoran di kawasan mall Kota Jambi, hal ini tidak lepas juga dari bantuan temanku yang menawarkan lowongan pada saat itu. namun sayang untuk sekian kalinya, aku tidak dapat bertahan pada pekerjaan yang aku jalani 2 hari tersebut dikarenakan aku merasa bahwa pekerjaan tersebut bukanlah passion-ku yang sebenarnya.
Suatu hari, aku bercerita kepada temanku yang baru saja pulang dari Yogyakarta. Disana dia tidak kuliah melainkan kerja dan mencari sebuah pengalaman. Disitu aku menceritakan segala keluh kesah-ku karena tidak dapat mengikuti perkuliahan seperti anak-anak yang lainnya. Dan disaat itu jugalah temanku ini menawarkan dan mengasih saran untuk mencoba mengikuti tes online untuk masuk ke Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta atau lebih dikenal dengan sebutan STIPRAM. Tidak berpikir panjang akupun langsung mengikuti tes online tersebut yang syukurnya masih ada slot pendaftaran dan aku langsung melapor ke orang tua-ku untuk diberi izin kuliah di perguruan tinggi ini. Awalnya mereka ragu-ragu dikarenakan biaya yang tidak sedikit untuk kuliah diluar apalagi ini adalah pulau Jawa yang notabene terkenal dengan bIaya hidup yang serba mahal, namun dengan segala niat akupun mencoba meyakinkan orang tua-ku untuk dapat mengizinkan diriku bersekolah diluar (menjadi anak rantau). Alhamdulillah segala do'aku terjabah, pada akhirnya orang tua-ku mengizinkanku untuk kuliah di STIPRAM.
Coba tebak!? Akhirnya aku diterima untuk menjadi keluarga baru di STIPRAM angkatan 2018 guys :') bukan main senangnya diriku pada saat melihat email dari pihak STIPRAM yang menyatakan bahwa diriku diterima di perguruan tinggi mereka. Orang tua-ku pun ikut senang melihat euphoria yang aku rasakan. Oh iya, alasan terbesarku kenapa masuk ke pariwisata ini bukan karena aku ikut-ikutan teman atau alasan ingin bebas bersekolah diluar. Dulu sebelum tamat dari SMA aku telah memutuskan untuk mengikuti tes pramugara di suatu maskapai penerbangan ternama di Indonesia. Namun karena aku merasa ada beberapa kriteria yang masih belum optimal seperti aku kurang memahami wisata apa-apa saja yang ada di Indonesia dan kelancaran dalam berbahasa inggrisku yang masih bisa dibilang masih cetek. Maka dari itulah aku langsung memilih STIPRAM untuk menjadi fondasi untuk mengejar cita-citaku, aku berharap ketika aku mengikuti perkuliahan di STIPRAM dapat membuahkan hasil kelas suatu saat nanti. Amiin.
Hampir saja lupa, aku akan menceritakan sedikit profil mengenai universitas tercinta-ku ini. Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta (STIPRAM), yang menurut data adalah perguruan tinggi pariwisata swasta terbaik se-Indonesia dan bahkan telah menjalin suatu kerjasama dengan beberapa negara sahabat seperti Malaysia, Singapura, Thailand, India, dan bahkan Jepang. Bukan hanya negara di Asia saja STIPRAM juga menjalin dengan beberapa negara Eropa seperti Spanyol dan Jerman. Biaya perkuliahan yang relatif murah dibandingkan dengan perguruan-perguruan lainnya sungguh hal ini membuat mahasiswa/i merasa nyaman karena telah diberi banyak kemudahan dari pihak STIPRAM. Intinya aku tidak menyesal telah menjadi bagian dari STIPRAM dan aku bangga dengan title Insan Pariwisata :), sekian dulu mengenai ceritaku semoga dari apa yang aku ceritakan ini dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi kalian. Stay tune terus ya di blog-ku ;) Hatur Nuhun sahabat Pariwisata.
*NOTES*
Jika kalian berminat untuk mengenal atau ingin masuk untuk menjadi keluarga besar STIPRAM kalian dapat mengunjungi laman website resmi STIPRAM http://stipram.ac.id/.
Dan jangan lupa juga untuk mem-follow Instagramku https://www.instagram.com/fajarvdytma/?hl=id


Comments
Post a Comment